Saya sangat menghargai puisi, baik yang ditulis oleh penyair terkenal maupun bakat-bakat baru. Kata-kata dalam puisi-puisi ini sering kali memicu inspirasi dalam pekerjaan saya dan membentuk pandangan hidup kita. Cinta saya pada puisi menginspirasi proyek animasi kedua saya. Meskipun animasi ini dirilis sebelum film pertama saya, proses penciptaannya lebih lancar dan cepat karena saya lebih siap.
James Coupland, penulis puisi “Silent Witness,” memberikan landasan yang kaya untuk bercerita. Baris-barisnya memungkinkan alur kerja saya beradaptasi dengan mulus setiap barisnya. Saya menciptakan beberapa adegan berdasarkan setiap paragraf, dengan setiap adegan menggambarkan cerita sendiri yang secara kolektif melukis gambaran yang lebih besar: peristiwa pasca-apokaliptik di Jakarta, yang terungkap selama bertahun-tahun dari masa kini menuju masa depan yang kacau.
Premisnya sederhana: masa depan tidak terduga, dan kita harus siap menghadapi segala kemungkinan, baik buruk maupun baik.
Berikut ini adalah video atas karya saya tersebut, bagaimana menurut teman-teman semua?
